ilventa
Interactive Learning Experience Platform, berbasis riset

Kompetensi yang teruji lewat skenario nyata, bukan dihafal dari slide.

ilventa menghadirkan pengalaman belajar interaktif berbasis studi kasus dan simulasi pengambilan keputusan. Setiap studio dirancang supaya perubahan yang terjadi di ruang belajar benar-benar terbawa ke pekerjaan sehari-hari, bukan berhenti begitu sesi selesai.

Coba sendiri · mini skenario dari studio Kepemimpinan
Langkah 1 dari 3

Tim Anda baru saja gagal memenuhi target kuartal karena satu anggota kunci resign mendadak. Sebagai atasan langsung, apa yang Anda lakukan lebih dulu?

106
Studio Pembelajaran
5
Klaster Kompetensi
6
Fase per Studio
4
Lapis Analitik
100%
Berbasis Skenario
✦ Apa ini

Bukan sekadar materi. Sebuah perjalanan belajar.

ilventa adalah Interactive Learning Experience Platform berisi kumpulan studio pembelajaran bertema kompetensi profesional. Tiap studio berdiri sendiri dalam satu halaman interaktif, dapat diakses kapan saja, dan membawa peserta melewati enam fase yang dirancang agar pengetahuan benar-benar melekat dan terpakai, bukan sekadar dibaca lalu lupa.

  1. 01
    Belajar

    Empat modul inti tiap topik (Apa, Mengapa, Bagaimana), lengkap dengan sitasi akademik.

  2. 02
    Studi Kasus

    Skenario keputusan (situational judgment) yang membaca pola perilaku, bukan sekadar teori.

  3. 03
    Tutor AI

    Penjelasan personal yang membuat peserta paham bukan hanya APA, tetapi KENAPA.

  4. 04
    Evaluasi

    Kuis pemahaman terukur untuk menguatkan ingatan lewat menguji-untuk-belajar.

  5. 05
    Praktik

    Jawaban terbuka dinilai AI terhadap rubrik, mendekatkan belajar ke penerapan nyata.

  6. 06
    Tantangan & Profil

    Mode asesmen tanpa umpan balik, lalu Profil Pembelajaran Individu yang bisa diunduh.

✦ Dua jalur belajar

Dua jalur berangkat, satu metodologi yang sama

Tidak semua peserta berangkat dari titik yang sama. ilventa menyediakan dua cara untuk memulai perjalanan belajar, tergantung kebutuhan organisasi Anda.

Journey A · Dipandu Fasilitator

Untuk program yang sudah terstruktur

Fasilitator atau tim L&D memilih dan mengurutkan sendiri studio yang relevan, lalu menyusunnya menjadi satu program bertahap. Cocok untuk pelatihan kepemimpinan berjenjang atau onboarding kompetensi baru.

Contoh: Program pengembangan supervisor baru disusun dari studio Situational Leadership, lalu Empowering Others, ditutup dengan Driving Execution.
Journey B · Didiagnosis Otomatis

Untuk kebutuhan yang belum jelas bentuknya

Peserta menuliskan tantangan yang sedang mereka hadapi dengan bahasa mereka sendiri. Sistem mendiagnosisnya lewat kerangka Behavior Engineering Model, lalu merekomendasikan studio yang paling relevan. Jika hasil diagnosis menunjukkan training bukan solusinya, sistem akan mengatakannya secara jujur.

Contoh: Peserta menulis "tim saya sering telat menyelesaikan proyek". Sistem mendiagnosis akar masalah di eksekusi dan delegasi, lalu mengarahkan ke studio Team Delegation dan Driving Execution.
✦ Mengapa model ini penting

Dunia kerja berubah cepat, dan cara belajar pasif tak lagi cukup

Keterampilan menjadi usang lebih cepat, sementara membaca atau menonton secara pasif menghasilkan sedikit ingatan yang bertahan. Riset pembelajaran terkini menunjuk arah yang jelas: belajar yang aktif, menguji diri, dan dekat dengan penerapan jauh lebih efektif. Itulah dasar desain ilventa.

39%
keterampilan inti pekerja diperkirakan berubah pada 2030.
Future of Jobs Report 2025, World Economic Forum (survei 1.000+ pemberi kerja).
1,5×
peserta kelas pasif lebih mungkin gagal dibanding peserta belajar aktif.
Freeman dkk., PNAS 2014, meta-analisis 225 studi; skor ujian naik sekitar 6%.
59%
pekerja perlu reskilling atau upskilling menjelang 2030.
Future of Jobs Report 2025, World Economic Forum.
#1
kesenjangan keterampilan jadi penghambat utama transformasi bisnis.
Future of Jobs Report 2025, disebut oleh 63% pemberi kerja.

Bagaimana ilventa menerapkan sains belajar

Belajar aktif, bukan menonton

Tiap studio menuntut peserta membuat keputusan lewat studi kasus dan tantangan, bukan membaca pasif. Ini selaras dengan temuan belajar aktif (Freeman dkk., PNAS 2014).

Menguji untuk mengingat

Kuis dan mode Tantangan tanpa umpan balik memaksa peserta menarik kembali pengetahuan. Efek menguji (testing effect) ini terbukti menguatkan ingatan jangka panjang (Roediger & Karpicke).

Melawan kurva lupa

Karena dapat diulang kapan saja secara mandiri, studio mendukung pengulangan berjarak yang melawan kurva lupa Ebbinghaus. Sebagian besar materi baru terlupakan dalam hitungan hari tanpa penguatan.

Dekat dengan penerapan

Praktik dinilai AI terhadap rubrik dan kapstone berbasis skenario mendekatkan belajar ke transfer nyata. Ini menjawab kebutuhan keterampilan yang sedang naik: analitis, kreatif, kepemimpinan, dan kelincahan (WEF, 2025).

Sumber: World Economic Forum, Future of Jobs Report 2025. Freeman dkk., "Active learning increases student performance in science, engineering, and mathematics," PNAS (2014). Roediger & Karpicke, riset efek menguji / retrieval practice. Ebbinghaus, kurva lupa. Angka disajikan sebagai gambaran arah riset, bukan klaim atas hasil program tertentu.

✦ Lihat datanya bekerja

Empat lapis data, satu potret kompetensi yang utuh

Bukan sekadar skor akhir. Setiap peserta dilacak lewat empat lapis pengukuran yang saling melengkapi, dari kesadaran awal, refleksi, pemaknaan konteks, sampai dampak nyata pada pekerjaan.

Ringkasan Kompetensi · Klaster Kepemimpinan

Ilustrasi pola dari cohort · bukan data live
32 peserta · 12 minggu
Kesadaran
Sejauh mana peserta mengenali konsep dan istilah kunci yang dipelajari.
88%
Refleksi
Kualitas peserta memaknai kembali pilihan dan pola perilakunya sendiri.
74%
Pemaknaan
Kedalaman peserta menghubungkan materi ke situasi kerja nyatanya.
61%
Dampak
Sejauh mana pembelajaran terbawa ke tindakan lanjutan setelah sesi.
45%
0%25%50%75%100%
Tren "Dampak" cohort
12 minggu terakhir
+32 pp
Minggu 1Minggu 6Minggu 12
Heatmap penguasaan per fase
3 cohort × 6 fase
Belajar
Kasus
Tutor
Kuis
Praktik
Profil
Cohort Alfa
92
88
80
75
68
60
Cohort Beta
85
78
72
68
55
48
Cohort Gamma
78
70
62
58
50
42
RendahTinggi
✦ Diferensiasi

Bukan LMS. Bukan e-learning generik.

ilventa dibangun untuk mengukur perubahan perilaku, bukan sekadar menyalurkan konten.

Mengukur perilaku, bukan hafalan

Mekanisme penilaian berbasis situasi (ipsative) melihat apa yang benar-benar dipilih peserta saat dihadapkan pada dilema kerja, bukan jawaban yang mereka anggap "benar secara teori".

Studi kasus sesuai konteks industri

Setiap skenario dibangun dari situasi kerja yang relevan dengan industri klien, bukan konten generik yang dipakai ulang untuk semua sektor.

Jalur belajar personal

Diagnosis kebutuhan di awal memastikan tiap peserta mendapat jalur yang sesuai dengan kesenjangan kompetensinya sendiri, bukan satu kurikulum untuk semua orang.

Fondasi riset yang terukur

Setiap instrumen asesmen dibangun dan divalidasi secara empiris, bukan template pelatihan yang disalin ulang dari sumber lain.

AspekLMS KonvensionalE-learning Generikilventa
Cara mengukurStatus selesai/belumKuis pilihan gandaSkenario & keputusan nyata
KontenDistribusi materi statisSama untuk semua sektorStudi kasus sesuai industri
Jalur belajarSatu kurikulum untuk semuaDitentukan di awal, statisDidiagnosis dan personal
Setelah trainingLaporan kehadiranSertifikat penyelesaianData dampak berkelanjutan
Komunikasi

13 studio

Berpikir

14 studio

Kepemimpinan

34 studio

Bisnis

23 studio

Pengembangan Diri

15 studio

Katalog

Pilih studio pembelajaranmu

Semua
✦ Untuk siapa

Dibangun untuk tim yang serius bertumbuh

Segmen

Tim Learning & Development

Yang butuh bukti dampak nyata dari pelatihan, bukan sekadar laporan kehadiran dan sertifikat.

Segmen

Pengembangan Kepemimpinan

Yang sedang menyiapkan jalur suksesi atau ingin memetakan kesiapan calon pemimpin secara objektif.

Segmen

Organisasi Berbasis Kompetensi

Yang butuh pelatihan teknis maupun perilaku berbasis skenario industri yang spesifik, bukan modul umum.

✦ Penyusun

Dibangun oleh dua praktisi, bukan sekadar tim produk

ilventa didirikan bersama, memadukan latar belakang perancangan pembelajaran dengan latar belakang kecerdasan buatan. Kombinasi ini yang membuat metodologi dan mesin diagnosisnya berjalan sebagai satu kesatuan, bukan dua hal yang ditempel belakangan.

Foto ivandhana

ivandhana

Perancang Metodologi & Co-founder
ivandhana.com

Learning Consultant dan Chief Learning Officer Indonesia Learning Design Society. Merancang program pengembangan kompetensi lintas sektor, mulai dari keuangan, manufaktur, hingga asuransi, dengan memadukan simulasi berbasis permainan (ProPlay) yang sudah diterapkan secara internasional dengan riset akademis di balik desain setiap instrumen asesmen. Pendekatannya menjembatani teori pembelajaran global (Kirkpatrick, Phillips ROI, Bloom, Kolb, 70-20-10) dengan penerapan korporat yang praktis melalui IMPACT Learning Framework.

ATD Master Performance Consultant ICF Associate Certified Coach (ACC) Certified Human Resource Professional (CHRP) International ProPlay Facilitator COO, PT Transformasi Insan Mulia Chief Learning Officer of ILDSociety
Foto Mega Bagus Herlambang

Mega Bagus Herlambang

Perancang Kecerdasan Buatan & Co-founder
PhD AI · University of Groningen

Meraih gelar PhD di bidang Artificial Intelligence dari University of Groningen, Belanda, dan kini menjabat dosen tetap sekaligus Direktur di dua perusahaan teknologi. Dialah yang merancang mesin diagnosis di balik Journey B, mulai dari cara sistem membaca keluhan peserta hingga cara merekomendasikan studio yang paling relevan, sekaligus arsitektur analitik empat lapis yang menjadi tulang punggung ilventa.

PhD Artificial Intelligence, University of Groningen Insinyur Profesional Madya ASEAN Engineer Dosen Tetap ITI Direktur PT Epam Digital Mandiri
Filosofi: belajar bermakna ketika peserta diberi kesempatan untuk mencoba, salah, dapat umpan balik, dan menerapkan. Bukan sekadar tahu.
✦ FAQ

Pertanyaan yang sering muncul

LMS mengukur penyelesaian modul. ilventa mengukur keputusan yang diambil peserta di skenario kerja nyata, lalu memetakan pola perilakunya lewat empat lapis analitik. Fokusnya di perubahan perilaku, bukan sekadar penyelesaian konten.
ilventa

Siap mulai belajar interaktif?

Pilih salah satu dari 106 studio dan rasakan beda antara membaca slide dan benar-benar berlatih membuat keputusan.